Not to
selfie, but you are going to be next “top model”
Namanya
Aksara Jacob Marala, lahir di Makassar 5 Juni 1994. Dia itu fans beratnya Lady
Gaga, seumur hidupnya dia cuman punya dua cita-cita yaitu jadi Photogrpaher I Model,
perpaduan yang sempurnakan! Mungkin untuk sebagian orang cita-cita ini terlihat
alay dan kesannya hanya dikerjakan
sama orang-orang yang punya banyak waktu untuk dibuang percuma, tetapi tidak
bagi kami yang mengenal aksara jauh sebelum sekarang.
Aku satu
sekolah dengannya mulai dari TK,SD,SMP,SMA, hanya tempat kuliah kami yang
berbeda sekarang itupun karena sebuah kejadian besar yang kemudian
menghantarkannya kepada apa yang sebenarnya selama ini dia cari, kepada apa
yang seharusnya dia lakukan dan kerjakan selanjutnya, dan Tuhan menunjukkan
jalannya.
Aksara itu
penggila segala sesuatu yang berbau dunia photography, suka sekali ngejepret dan dijepret. Aku masih ingat waktu pertama kali dia punya kamera,
kamera online shop warna merah harganya itu sekitar 500ribuan dan dia beli dari
hasil tabungan uang jajan dari kakak-kakaknya. Waktu itu kita masih SMA dan
kamera SLR masih dalam mimpi seorang siswa SMA. Aku masih ingat sedikit
ekspresinya waktu dia ngasih liat kameranya waktu itu, karena waktu itu kami juga
masih ababil rasanya senang sekali
saat teman kita juga punya kamera, itu berarti kita bisa bebas foto-foto juga dan
jadilah hunting foto kami yang pertama
kali waktu itu.
 |
Hunting Foto 1
Aksara itu
punya bakat besar untuk menjadi seorang photogrpaher dan model, hal itu semakin
terlihat jelas sejak kami SMA. Tetapi dia sering merasa malu dan merasa tidak
percaya diri dengan kemampuannya, selalu saja punya alasan kalau kita menyuruhnya mengikuti suatu contest. Dan pada akhirnya Tuhan memang
menunjukkan jalan-Nya untuk temanku yang hitam manis satu ini.
|
 |
Corat Coret Pakaian SMA
(Aksara kiri ujung)
Hal itu
dimulai ketika kami dinyatakan lulus ujian nasional tahun 2012, tentunya kami
sudah harus memikirkan tentang dimana dan jurusan apa yang akan kami ambil
selanjutnya untuk berkuliah. Aku, aksara, dan teman-temanku berencana akan
mengambil jurusan yang sama ketika ujian tertulis masuk perguruan tinggi
nantinya.
Pertengahan
tahun 2012, saat pendaftaran online kami sepakat untuk memilih jurusan
Kehutanan sebagai pilihan bersama urutan ketiga dan untuk pilihan pertama dan
kedua kami akan memilih jurusan yang kami minati. Dan akhirnya pengumuman itu
tiba, hal yang paling sangat kami tunggu waktu itu. Dari kelima sahabatku yang
mendaftar hanya aku dan kedua lainnya yang dinyatakan lulus, aksara tidak
termasuk diantaranya. Sedih, perasaan itu pasti ada tetapi bukankan semua orang
punya jalannya sendiri, dan kami yakin aksara juga akan menemukannya pada
akhirnya.
Saat aku
dan kedua temanku sibuk mengurusi segala persiapan masuk perguruan tinggi,
aksara disibukkan kembali untuk memilih perguruan tinggi lainnya. Bak gayung
bersambut, sebuah politeknik yang bergerak dalam bidang pendidikan industri
kreatif masih membuka pendaftaran
penerimaan mahasiswa baru, Politeknik Media Kreatif Makassar. “Tidak ada suatu
kebetulan didunia ini, i believe that!.
Bukankan
jalan cerita ini terlalu amazing kalau
disebut sebagai sebuah kebetulan, aku percaya ini bukanlah sebuah kebetulan
melainkan rencana indah untuk sahabatku, aksara. Aksara akhirnya bisa belajar
apa yang dia sukai, mengerjakan apa yang dia minati,dan yaa Tuhan menunjukkan
jalan agar aksara menjadi dirinya yang sebenarnya.


Aksara
mulai mengembangkan semua bakat yang selama ini dia simpan, pada akhirnya
aksara mulai berani menunjukkan kalau “this is my passion”. Pengetahuannya
mengenai dunia art khususnya photography terus berkembang, kemampuannya untuk
mengolah bidikan kamera dan mengambil angle
yang keren untuk objek fotonya punya ciri khas sendiri menurutku, and that is aksara’s point!.
Shoot by Aksara
Sekarang
ini selain disibuki oleh kegiatan kuliah, aksara juga mulai belajar usaha
kecil-kecilan dengan membuka jasa foto dengan name tag Aksara Photogrphy. Mulai
dari hunting personal, sama teman-teman, ataupun pasangan. Pada dasarnya ini
bukan masalah uang yang mereka terima yang aku tau tidak begitu besar tetapi
masalah pengalaman dan koneksi.
Ini adalah
cerita tentang temanku Aksara, aku menulisnya bukan karena Aksara yang hebat
tetapi kisahnya yang hebat menurutku. Ini salah satu contoh cerita perjalanan
seorang anak kecil dalam menemukan gairahnya, menemukan passionnya!
Bukankah anugerah paling indah dari Tuhan itu saat
kita dapat mengerjakan “what we love to do and happy life with it!!”
|
0 komentar:
Posting Komentar