Senin, 19 Januari 2015

“top model”





 Not to selfie, but you are going to be next “top model”

Namanya Aksara Jacob Marala, lahir di Makassar 5 Juni 1994. Dia itu fans beratnya Lady Gaga, seumur hidupnya dia cuman punya dua cita-cita yaitu jadi Photogrpaher I Model, perpaduan yang sempurnakan! Mungkin untuk sebagian orang cita-cita ini terlihat alay dan kesannya hanya dikerjakan sama orang-orang yang punya banyak waktu untuk dibuang percuma, tetapi tidak bagi kami yang mengenal aksara jauh sebelum sekarang.
Aku satu sekolah dengannya mulai dari TK,SD,SMP,SMA, hanya tempat kuliah kami yang berbeda sekarang itupun karena sebuah kejadian besar yang kemudian menghantarkannya kepada apa yang sebenarnya selama ini dia cari, kepada apa yang seharusnya dia lakukan dan kerjakan selanjutnya, dan Tuhan menunjukkan jalannya.
Aksara itu penggila segala sesuatu yang berbau dunia photography, suka sekali ngejepret dan dijepret. Aku masih ingat waktu pertama kali dia punya kamera, kamera online shop warna merah harganya itu sekitar 500ribuan dan dia beli dari hasil tabungan uang jajan dari kakak-kakaknya. Waktu itu kita masih SMA dan kamera SLR masih dalam mimpi seorang siswa SMA. Aku masih ingat sedikit ekspresinya waktu dia ngasih liat kameranya waktu itu, karena waktu itu kami juga masih ababil rasanya senang sekali saat teman kita juga punya kamera, itu berarti kita bisa bebas foto-foto juga dan jadilah hunting foto  kami yang pertama kali waktu itu.

Hunting Foto 1

Aksara itu punya bakat besar untuk menjadi seorang photogrpaher dan model, hal itu semakin terlihat jelas sejak kami SMA. Tetapi dia sering merasa malu dan merasa tidak percaya diri dengan kemampuannya, selalu saja punya alasan kalau kita  menyuruhnya mengikuti suatu contest. Dan pada akhirnya Tuhan memang menunjukkan jalan-Nya untuk temanku yang hitam manis satu ini.

Corat Coret Pakaian SMA
(Aksara kiri ujung)

Hal itu dimulai ketika kami dinyatakan lulus ujian nasional tahun 2012, tentunya kami sudah harus memikirkan tentang dimana dan jurusan apa yang akan kami ambil selanjutnya untuk berkuliah. Aku, aksara, dan teman-temanku berencana akan mengambil jurusan yang sama ketika ujian tertulis masuk perguruan tinggi nantinya.
Pertengahan tahun 2012, saat pendaftaran online kami sepakat untuk memilih jurusan Kehutanan sebagai pilihan bersama urutan ketiga dan untuk pilihan pertama dan kedua kami akan memilih jurusan yang kami minati. Dan akhirnya pengumuman itu tiba, hal yang paling sangat kami tunggu waktu itu. Dari kelima sahabatku yang mendaftar hanya aku dan kedua lainnya yang dinyatakan lulus, aksara tidak termasuk diantaranya. Sedih, perasaan itu pasti ada tetapi bukankan semua orang punya jalannya sendiri, dan kami yakin aksara juga akan menemukannya pada akhirnya.
Saat aku dan kedua temanku sibuk mengurusi segala persiapan masuk perguruan tinggi, aksara disibukkan kembali untuk memilih perguruan tinggi lainnya. Bak gayung bersambut, sebuah politeknik yang bergerak dalam bidang pendidikan industri kreatif  masih membuka pendaftaran penerimaan mahasiswa baru, Politeknik Media Kreatif Makassar. “Tidak ada suatu kebetulan didunia ini, i believe that!.
Bukankan jalan cerita ini terlalu amazing kalau disebut sebagai sebuah kebetulan, aku percaya ini bukanlah sebuah kebetulan melainkan rencana indah untuk sahabatku, aksara. Aksara akhirnya bisa belajar apa yang dia sukai, mengerjakan apa yang dia minati,dan yaa Tuhan menunjukkan jalan agar aksara menjadi dirinya yang sebenarnya.




         Aksara mulai mengembangkan semua bakat yang selama ini dia simpan, pada akhirnya aksara mulai berani menunjukkan kalau “this is my passion”. Pengetahuannya mengenai dunia art khususnya photography terus berkembang, kemampuannya untuk mengolah bidikan kamera dan mengambil angle yang keren untuk objek fotonya punya ciri khas sendiri menurutku, and that is aksara’s point!.






Shoot by Aksara

       Sekarang ini selain disibuki oleh kegiatan kuliah, aksara juga mulai belajar usaha kecil-kecilan dengan membuka jasa foto dengan name tag Aksara Photogrphy. Mulai dari hunting personal, sama teman-teman, ataupun pasangan. Pada dasarnya ini bukan masalah uang yang mereka terima yang aku tau tidak begitu besar tetapi masalah pengalaman dan koneksi. 
     Ini adalah cerita tentang temanku Aksara, aku menulisnya bukan karena Aksara yang hebat tetapi kisahnya yang hebat menurutku. Ini salah satu contoh cerita perjalanan seorang anak kecil dalam menemukan gairahnya, menemukan passionnya!
Bukankah anugerah paling indah dari Tuhan itu saat kita dapat mengerjakan “what we love to do and happy life with it!!”




0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright 2035 Adhe Siska
Theme by Yusuf Fikri