Kamis, 01 Januari 2015

“ Pemaaf lebih hebat daripada seorang petarung “

             
start2finish.org

            Menurutku menjadi seorang pemaaf akan dua kali lebih hebat daripada menjadi seorang petarung. Petarung hanya membutuhkan keberanian mengalahkan lawan, sebaliknya seorang pemaaf membutuhkan keberanian mengalahkan lawan dengan terlebih dahulu mengalahkan dirinya sendiri.
          Seorang petarung akan selalu berfikir bagaimana cara mengalahkan lawannya dengan cara apapun, bertindak berani, penyelesaian masalah hanya dengan beradu, hanya itu yang dikepalanya karena seorang petarung selalu memiliki ego yang tinggi harga diri selangit. Sebaliknya, seorang yang memiliki watak pemaaf memiliki jiwa yang lebih tenang selalu berfikir bagaimana cara agar masalah tidak berujung pada suatu masalah yang besar.
          Dan menurutku kenapa negeri ini dipenuhi konflik-konflik yang tidak berujung, salah satunya karena lebih banyaknya jiwa “petarung dari pada pemaaf”. Semuanya sibuk membesarkan masalah yang ada, sibuk menjatuhkan lawannya, sibuk membangun citra kalau mereka yang benar. Padahal menurutku, semua masalah yang menimpa kita pastilah kita turut andil menjadi penyebabnya baik disengaja maupun tidak disengaja.
“ Tidak ada masalah yang besar kecuali manusia yang membesarkannya “
--- HITAM PUTIH ---
          Petarung dan pemaaf, seorang petarung belum tentu dapat menjadi seorang pemaaf dan sebaliknya seorang pemaaf adalah petarung sejati. Mengalahkan diri sendiri, melawan ego kalau kita benar dan pasti benar akan sangat sulit, memiliki fikiran kalau kita ini salah pasti memiliki kesalahan sehingga menyebabkan terjadinya suatu masalah akan sangat mengesankan. Bayangkan kalau negeri ini dipenuhi oleh orang-orang yang berjiwa lapang yang sibuk memperbaiki hati, memperbaiki sikap, memperbaiki silaturahim dengan meminta maaf terlebih dahulu bagaimana mungkin Allah akan membuka aibnya jika dia pun terlalu takut meladeni orang yang ingin membuka aibnya.
“ Allah akan menutup aib kita jika kita menutup aib orang lain dengan baik “
“ Orang-orang yang ingin bertarung denganmu sebenarnya dia ingin membuka aibnya sendiri, jadi biarkanlah jangan pernah meladeni orang yang BODOH  “
--- AD ---

          Dan satu-satunya pertarungan menurutku adalah perang,  Nabi Muhammad sendiri yang menjadi contohnya jiwa pemaaf tidak pernah akan dikalahkan, bagaimana sabarnya dia ketika di lempari kotoran oleh nene-nenek yang tidak menyukainya, ketika diusir dari kota Mekkah, dicemooh oleh orang-orang,  dalam sejarah yang diajarkan tidak satu kali pun beliau berhenti kemudian beradu argumen dengan orang yang menggangunya tapi beliau langsung memaafkannya satu-satunya pertarungan yang beliau jalankan dalah perang.

29 Desember 2013

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright 2035 Adhe Siska
Theme by Yusuf Fikri