Kamis, 01 Januari 2015

“ Berbeda itu indah “

favim.com
Semalam, debat caleg disalah satu stasiun televisi mengangkat tema yang menarik “Pluralisme”. Selain negara agraris, negara khatulitiwa, paru-paru dunia, bukan rahasia lagi kalau Indonesia dikenal sebagai negara dengan keberagamannnya. Keberagaman yang membuat iri semua mata memandang karena keberagaman inilah mereka bersatu tidak terpecah belah seperti negara lain pada umumnya.
Ada fakta menarik yang menyeruak, salah satu dari caleg tersebut dengan raut muka menggebu-gebu mengatakan “dinegara yang mayoritas islam ini pertumbuhan pembangunan gereja lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan masjid dalam kurung waktu yang sama”.
Fakta ini sama sekali tidak membuat ku merasa sedih hanya merasa cukup malu. Mendengar pertumbuhan tempat ibadah yang tinggi di negeri ini membuat ku bahagia, bukankah hal ini dengan pasti dapat menunjukkan di negri ini beribadah masihlah menjadi kegiatan yang sangat penting. Tetapi disisi lain sebagai ummat muslim, aku juga cukup merasa malu. Dinegri yang jumlah ummat muslimnya lebih banyak dibandingkan dengan jumlah penduduk islam arab jika dikumpulkan, kita masih tertinggal dalam partumbuhan pembangunan rumah ibadah.
Fakta ketertinggalan ini harusnya membuat kita merasa sangat malu, dan berpikir bagaimana cara memperbaikinya atau bekerja untuk memperbaiki kondisi ini. Saya kira pluralitas sebenarnya ketika kita dapat tumbuh dan berkembang bersama dengan rasa saling menghormati, menghargai, untuk mewujudkan negara yang aman dan damai untuk beribadah, jika dalam hal sensitif seperti beribadah kita sudah dapat menyikapi dengan baik bukan tidak mungkin permasalahan lain negeri ini lambat laun juga dapat teratasi.
Lagipula rasa aman dan damai bukan datang dari rumah ibadah dari agama apa  yang lebih banyak atau yang lebih sedikit, rasa aman tidak datang  dari seberapa banyaknya tetapi dari seberapa besar rasa saling mengerti antara ummat yang beribadah didalam rumah ibadah tersebut.

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright 2035 Adhe Siska
Theme by Yusuf Fikri