Sabtu, 26 Maret 2016

“Kepala manusia ibarat teko, mulut teko adalah lisannya”


http://belajar-menggambar.blogspot.co.id/
Seseorang yang ingin menjamu tamu dengan teh hangat maka yang dimasukkan dalam teko air untuk tamunya adalah bubuk teh dengan air hangat yang telah mendidih, tentunya.

Seseorang yang ingin menjamu tamu dengan sirup manga yang manis maka yang dimasukkan dalam teko air untuk tamunya adalah sirup manis rasa manga dengan air dingin, tentunya.

Apa yang ingin kita sajikan kepada tamu adalah pilihan kita, membuatnya manis menggilas lidah ataupun membuatnya hambar tanpa rasa, adalah pilihan sang pemilik rumah.

Perumpamaan teko bagus juga disamakan dengan kepala manusia, maka teh dan sirup manga adalah isi fikiran manusia, dan yang pasti mulut teko adalah lisan manusia.

Ibarat teko, maka sang pemilik teko dapat dengan senang hati memilih apa saja yang ingin dimasukkan kedalam tekonya. Kalau seperti itu maka manusia sebagai pemilik utuh atas kepala-nya sendiri tentu sangat besar kemampunnya untuk memilih dan memilah apa-apa saja yang ingin dimasukkan kedalam kepalanya.

Mendengar hal baik dan berguna atau mendengar hal tidak baik dan tidak berguna,
Membaca buku, majalah, portal berita yang didasari fakta dan inspiratif atau membaca buku, majalah, portal berita yang tidak didasari fakta dan tidak inspiratif,

Kita memiliki hak yang sangat besar untuk memilih dan memilah semua hal tersebut.

Maka ibarat teko, semua yang kita dengar dan kita lihat adalah isi teko, isi fikiran kita. Kalau seperti itu, sederhana saja semakin kita memiliki kemampuan untuk memilih dan memilah semua informasi yang kita dengar dan kita baca maka semakin manis rasa isi teko kita, semakin positif fikiran kita.

Maka ibarat teko, maka mulut teko hanya akan mengeluarkan apa yang telah dimasukkan kedalam teko. Kalau seperti itu, maka seharusnya semua ucapan yang selalu diutarakan oleh seseorang adalah gambaran pasti isi fikirannya, hasil semua pilihan informasi yang dimasukkan kedalam kepalanya.

Maka ibarat teko, seseorang yang ucapannya kasar, negatif, tidak bersimpati, angkuh, bohong pastinya menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk mempercayai hal buruk yang didengar dan dibacanya.

Maka ibarat teko, kita memiliki kemampuan yang sangat besar untuk memilih dan memilah informasi yang ingin kita dengar dan baca.

PS:
Sekitar sebulan lalu, semua portal berita dan orang-orang yang setiap harinya hanya menyebarkan kabar berlebihan dari situasi yang sedang terjadi aku unlike, block, hidden dari beranda ataupun timeline ku. Dan yang terjadi, kepala ini jadi lebih ringan hhee.
Tidak perlu lagi terjebak membaca judul yang sangat membuat penasaran dengan isi yang sebagian besarnya mengarahkan opini kita untuk menyalahkan seseorang.
Terus dari mana kamu mendapatkan informasi ?
Dialog terbuka yang menghadirkan semua perwakilan di TV lebih menyenangkan untuk didengar, lagipula orang Indonesia itu hebat-hebat biasanya dengan cepat orang-orang bijak akan segera menulis postingan terbuka sebagai penengah hal yang terjadi, dan lebih hebatnya lagi orang2 baik akan dengan senag hati membagikannya sebagai sebuah informasi penting sehingga kita akan dengan mudah menemukan postingan yang positif di beranda sebagai pengganti portal berita yang biasa beda judul beda isi hhaa J

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright 2035 Adhe Siska
Theme by Yusuf Fikri