![]() |
| http://belajar-menggambar.blogspot.co.id/ |
Seseorang
yang ingin menjamu tamu dengan teh hangat maka yang dimasukkan dalam teko air
untuk tamunya adalah bubuk teh dengan air hangat yang telah mendidih, tentunya.
Seseorang
yang ingin menjamu tamu dengan sirup manga yang manis maka yang dimasukkan
dalam teko air untuk tamunya adalah sirup manis rasa manga dengan air dingin,
tentunya.
Apa
yang ingin kita sajikan kepada tamu adalah pilihan kita, membuatnya manis
menggilas lidah ataupun membuatnya hambar tanpa rasa, adalah pilihan sang
pemilik rumah.
Perumpamaan
teko bagus juga disamakan dengan kepala manusia, maka teh dan sirup manga
adalah isi fikiran manusia, dan yang pasti mulut teko adalah lisan manusia.
Ibarat
teko, maka sang pemilik teko dapat dengan senang hati memilih apa saja yang ingin dimasukkan kedalam tekonya. Kalau
seperti itu maka manusia sebagai pemilik utuh atas kepala-nya sendiri tentu sangat besar kemampunnya untuk memilih dan memilah apa-apa saja yang
ingin dimasukkan kedalam kepalanya.
Mendengar
hal baik dan berguna atau mendengar hal tidak baik dan tidak berguna,
Membaca
buku, majalah, portal berita yang didasari fakta dan inspiratif atau membaca
buku, majalah, portal berita yang tidak didasari fakta dan tidak inspiratif,
Kita
memiliki hak yang sangat besar untuk memilih
dan memilah semua hal tersebut.
Maka
ibarat teko, semua yang kita dengar dan kita lihat adalah isi teko, isi fikiran
kita. Kalau seperti itu, sederhana saja semakin kita memiliki kemampuan untuk memilih dan memilah semua informasi yang
kita dengar dan kita baca maka semakin manis rasa isi teko kita, semakin
positif fikiran kita.
Maka
ibarat teko, maka mulut teko hanya akan mengeluarkan apa yang telah dimasukkan
kedalam teko. Kalau seperti itu, maka seharusnya semua ucapan yang selalu
diutarakan oleh seseorang adalah gambaran pasti isi fikirannya, hasil semua
pilihan informasi yang dimasukkan kedalam kepalanya.
Maka
ibarat teko, seseorang yang ucapannya kasar, negatif, tidak bersimpati, angkuh,
bohong pastinya menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk mempercayai hal
buruk yang didengar dan dibacanya.
Maka
ibarat teko, kita memiliki kemampuan yang sangat besar untuk memilih dan memilah informasi yang ingin
kita dengar dan baca.
PS:
Sekitar
sebulan lalu, semua portal berita dan orang-orang yang setiap harinya hanya
menyebarkan kabar berlebihan dari
situasi yang sedang terjadi aku unlike, block,
hidden dari beranda ataupun timeline
ku. Dan yang terjadi, kepala ini jadi lebih ringan hhee.
Tidak
perlu lagi terjebak membaca judul yang sangat membuat penasaran dengan isi yang
sebagian besarnya mengarahkan opini kita untuk menyalahkan seseorang.
Terus
dari mana kamu mendapatkan informasi ?
Dialog
terbuka yang menghadirkan semua perwakilan di TV lebih menyenangkan untuk
didengar, lagipula orang Indonesia itu hebat-hebat biasanya dengan cepat
orang-orang bijak akan segera menulis postingan terbuka sebagai penengah hal
yang terjadi, dan lebih hebatnya lagi orang2 baik akan dengan senag hati
membagikannya sebagai sebuah informasi penting sehingga kita akan dengan mudah
menemukan postingan yang positif di beranda sebagai pengganti portal berita
yang biasa beda judul beda isi hhaa J

0 komentar:
Posting Komentar