Kamis, 03 Desember 2015

"Ih janganmi, terimakasih!!"

   Pagi hari tadi, salah satu acara religi distasiun tv membahas mengenai pandangan Islam mengenai pemberian hadiah dan hukum meminta-minta. Didalam Islam sendiri, ketika ada seseorang yang ingin memberi kita hadiah maka kita wajib menerimanya. Kecuali dalam pemberian hadiah tersebut dikhawatirkan terdapat maksud tertentu yang sifatnya dilarang dalam agama maka kita boleh menolaknya.
   Berbicara soal hadiah, siapa orang yang tidak senang bila diberi hadiah. Tetapi kita harus bisa menjaga diri agar selalu berhati-hati untuk tidak meminta. Karena perkara meminta adalah perkara yang diharamkan oleh Allah, seorang ustas wanita menyambungnya dengan tegas. Bahkan disebutkan bahwa seseorang yang meminta-minta dihari akhir nanti akan bertemu dengan Tuhan tanpa ada daging dimukanya.
     Kita harus membiasakan diri bahkan untuk hal-hal kecil untuk tidak meminta terhadap orang lain. Karena kebiasaan kecil yang dianggap kecil akan menjadi kebiasaan yang sulit dihilangkan jika dilakukan terus menerus.
     Bercerita soal hadiah aku teringat tentang sebuah cerita yang diceritakan oleh pembimbingku mengenai salah seorang muridnya yang tidak mendapatkan pembimbing dari negara tujuannya sekolah karena keengganannya menerima hadiah dari seseorang.
      Alkisah, waktu itu prof (pembimbingku) berada di jepang bersama seorang muridnya yang ingin diperkenalkan kepada kawannya yang diharapkan dapat menjadi pembimbing akademik muridnya nanti jika dinyatakan lolos di Jepang untuk melanjutkan sekolah. Maka untuk melakukan pendekatan sahabat prof yang notabennya adalah seorang dosen disalah satu universitas di Jepang mengajak jalan-jalan prof  dan sang murid tadi. Dalam perjalanan, dari toko satu ke toko lainnya, dari tempat 1 ke tempat lainnya, kawan profku terus melakukan pendekatan dengan berusaha memberi hadiah kepada sang murid tadi. Sekitar 3 kali dia mencoba memberi hadiah, apakah berupa barang atau makanan kepada  sang murid tapi tidak satupun diterima oleh murid tadi. Akhir cerita, sang dosen memberitahu pembimbingku bahwa dia tidak bisa menerima murid tadi sebagai muridnya karena ketidakcocokannya dengan murid tersebut.
     Tentunya kita semua tahu alasan kenapa murid tadi tidak menerima hadiah yang ingin diberikan oleh calon sensei kepadanya. Budaya tidak enakan ketika bertemu orang baru adalah salah satu kebiasaan kita, masyarakat timur. Budaya yang selalu mengatakan "ih janmi, kita mi dulu, janganmi terimakasih" adalah beberapa hal yang sering kita dengar sebagai bentuk rasa segan kita pada seseorang.
       Tetapi kalau kita hubungkan cerita diatas dengan hukum diatur oleh Islam maka akan kita temukan satu benang merah yang menghubungkannya, iya tentang bagaimana Allah mengatur dengan sangat baik sikap yang seharusnya kita ambil ketika diberi hadiah. Saya tidak akan berbicara tentang budaya atau kebiasaan yang selama ini kita biasakan, tetapi lebih kepada saya ingin memberitahukan bahwa saat kita bingung ingin mengambil sikap apa maka ingatlah semua hukum Islam yang indah itu. Sungguh tidak ada kesesatan dan kebingungan ketika kita mengetahui hukum Allah dengan baik❤❤❤❤
     
    

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright 2035 Adhe Siska
Theme by Yusuf Fikri